Saya marah

Hari ini saya marah, kenapa saya marah? Biasanya saya sabar, namun belakangan kesabaran saya menipis. Saya harus belajar ikhlas, ikhlas yang berproses dan perlu waktu. Saat bibir bilang ikhlas, belum tentu hatimu juga senada. Saya belajar semuanya, semua-muanya. Belajar rasanya dikhianati dan dibohongi. Saya merasakan perasaan-perasaan yang berlawanan hampir tiap saat, rasanya capek.

Apakah saya naif? Jika berfikir saat kita bersikap baik pada seseorang, maka orang itu pun akan baik dengan kita? Saat kita percaya kepada seseorang, maka dia akan selalu jujur kepada kita? Apakah berpikir linier itu naif?

Hari ini saya banyak makan coklat...Tapi tak gemuk-gemuk juga! Huh!

Belajar jadi stylist!

Asik ya ternyata belajar jadi stylist hi...hi...ini dia hasilnya!
seneng deh...seneng deh...ini dia hasil karyaku...!!!
Padu padan ini disesuaikan dengan seleraku.

siapa mau coba?? will you??




Yoga Ketawa

Sabtu kemarin adalah weekend yang paling bahagia buatku. Aku ikut yoga ketawa, Aku tertawa hampir dua jam. Amazing banget deh. Aku datang terlambat karena mampir sarapan di warung Bubur Syarifah jalan Kaliurang, bubur favoritku untuk sarapan. Yoga ini dilakukan di Via-Via Café, jalan Prawirotaman.

Dua kali aku bertanya tukang becak untuk memastikan arah. Sampai di depan Café ketemu Ika Ayu. Dia teriak “Mbak tutik, sini loh parkirnya.” Rupanya dari tadi dia di belakangku. Dia manggil-manggil dan menahan tawa, karena aku bertanya tukang becak sampai dua kali.

Prawirotaman adalah kawasan ekspatriat di Jogja, banyak Guest House dan Hotel melati dengan pilihan beragam. Aku baru dua kali masuk daerah ini. Pertama bertemu teman dari Malaysia untuk urusan pekerjaan. Kedua adalah kemarin itu, ikut Yoga yang masih satu rangkaian acara International Women Days. Jadi mikir, aku dah hamper 10 tahun di Jogja, tapi baru masuk tempat ini dua kali, pliss deh. Nampaknya habis ini aku akan sering-sering ke daerah ini. Tadi ada email undangan untuk datang ke pembukaan Pameran Seni Youth Interfaith Forum on Sexuality (YIFoS, bertempat di Via-Via cafe juga.

Kembali ke Yoga ya, Yoga Ketawa ini di pimpin oleh instruktur dari Riau Namanya ibu Emmy Lianna Dewi. Dia adalah satu-satunya instruktur Yoga Ketawa dari Indonesia yang memegang certified Laughter Yoga School dari India. Dalam web nya Emmi menulis, Yoga Ketawa adalah sebuah konsep unik di mana setiap orang bisa tertawa tanpa alasan, tidak bergantung pada adanya peristiwa hal lucu yang terjadi di sekitar. Hanya tertawa dan kamu akan bahagia.



Yoga Ketawa adalah sebuah Yoga yang menggabungkan latihan pernapasan Yoga yang memungkinkan orang lebih banyak memasukkan oksigen yang masuk ke dalam tubuh dan membuat orang lebih enerjik, sehat, dan membersihkan tubuh dari racun berbahaya. Saat tertawa kita membuang karbondioksida dan otomatis oksigen masuk ke dalam tubuh kita.

Yoga ini dikembangkan oleh Dr Madan Kataria, seorang dokter dari Mumbai India yang memulai klub tawa pertama di taman pada 13 Maret 1995. Anggotanya cuma 5 orang. Saat ini ada 6.000 klub Yoga Ketawa di seluruh dunia.

Yoga Ketawa dilakukan di dalam kelompok atau klub karena peserta memerlukan teman untuk tertawa bersama sambil berinteraksi dan saling menatap mata. Dimulai dengan tepuk tangan, pernapasan, gerakan-gerakan khusus yang disertai ketawaria, serta relaksasi.

Dalam Yoga Ketawa, orang percaya bahwa ketawa itu 'menular’, jadi bila kita bertatap mata dan berinteraksi dengan orang yang sedang tertawa, maka kita akan ‘ketularan’ untuk tertawa juga. Jadi dalam kelompok, peserta saling menularkan gelak tawa.

Aku datang jam 9.30 pagi. Dari luar ruangan tampak terdengar suara orang tertawa terbahak-bahak. Aduh seperti suara orang gila, batinku. Emang orang tertawa sendiri dengan keras mesti gila ya. Ngga juga kan, mereka tidak gila, mereka sedang melakukan Yoga. Yoga Ketawa.

Aku masuk ruangan, setelah meletakkan tas dan jacket. Aku bergabung, baru beberapa detik ternyata aku kelularan gila, maksudnya ikut ketawa ngakak. Padahal aku jarang tertawa keras.

Tiap selesai latihan tertawa, selalu diikuti yel- yel sambil tepuk tangan, very good…very good…yeah…gembira sekali!

Yoga ketawa meliputi tahapan-tahapan seperti ini, pengenalan gerakan dan ritme, pemanasan, teknik pernafasan, latihan tertawa dengan mengatur pernapasan, dan relaksasi. Emmy sangat energic, dia memberi instruksi dengan jelas dan semangat. Latihan-latihannya simple dan mengundang tawa.

“Tertawa adalah hal yang paling mudah dan murah untuk membuat seseorang merasa bahagia.” Kata Emmy.

Dia juga percaya, semakin banyak orang tertawa, maka dia akan merasa bahagia. Jika dalam satu kawasan ada kelompok Yoga ketawa, dia yakin dapat mengurangi kekerasan dan menciptakan perdamaian. Bagaimana orang mau marah, jika sebelumnya tertawa.

Emmy membuka diri untuk memberi pelatihan menjadi Leader Yoga Ketawa. Dia berpesan hanya untuk tujuan sosial. Jika kita sudah ahli, maka uang itu akan mendekati kita. Namun pertama-tama adalah untuk tujuan sosial. Good point, Mom! Aku bangga padamu.

Pulangnya, aku tertawa sepanjang jalan. Sampai menunda rencana pinjam film lucu. Hahahaha....huhuhuhu...!

Terperangkap hujan

Di luar hujan deras. Itu berarti harus menunda pulang, lembur lagi. Tidak apa-apa, aku mencintai pekerjaanku, yang kadang bikin pusing. Pertama bergulat dengan angka, yang kedua bermain dengan kata-kata. Ngga nyambung!

Hujannya tidak terlalu deras namun mantelku semi kain, jadi mudah tembus. Sebenarnya bagus sih, mirip jubah Harry Potter namun berwarna merah. Itu mantel paling keren yang pernah kulihat, Fashionable gitu. Itu punya sodara yang dia tinggal di Jok motor yang sedang kupakai. Hmm aku mati gaya setelah makan semangkuk bakso. Mau kerja lagi, tapi malah terhipnotis lagunya Utada Hikaru “First Love”. Aku ngga tahu maksudnya, pakai bahasa jepang, tapi aku suka musiknya.

Ruanganku sekarang paling belakang, paling pojok, dan paling sepi. Cocok untuk menulis, cocok untuk orang yang tidak suka keramaian seperti aku. Dulu aku benci ruangan ini, namun belakangan aku mulai menyukainya. Waktu awal kuliah, aku pernah jadi manusia kamar, jarang keluar, banyak baca buku. Satu hari satu buku. Minus tambah, padahal aku malas pakai kacamata. Kacamata itu mengganggu, seperti ada beban di hidungmu, jika lama memakai jadi pusing. Lalu aku mulai mengurangi membaca...lalu berubah malas membaca. Benar-benar malas! Lebih suka mendengarkan orang bicara, meskipun kadang ngga tau benar atau salah dengan apa yang mereka bicarakan.

Belakangan aku sering berbincang dengan penjaga kantor. Kami jadi semakin dekat, aku menjadi pendengar setianya, aku tahu dia adalah perempuan tua yang kesepian tanpa -anak. Saat aku datang terlalu pagi, dia selalu berbagi makanan denganku. O ya dia suka membuat roti bakar untuk sarapan, seperti hari ini. Hari ini aku tidak puasa.

Aku banyak menemukan cerita-cerita menarik darinya dimasa muda. Dia adalah salah seorang anggota Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani). Sisa-sisa sifatnya yang kuat dan berani masih tertinggal saat bercerita. Usianya sekarang 71 tahun. Dia masih energik dan suka berolahraga. Beberapa kali menawariku ikut jalan pagi di Malioboro, biasanya tiap hari sabtu dan minggu. Namun belum pernah sekalipun aku menuruti ajakannya. Selalu bilang nanti.

Aku juga bahagia berteman kata-kata, mengajak bicara dalam buku-buku dan dunia maya. Aku bicara kepadanya, bicara banyak hal dan apa saja. Tidak pernah protes atau menertawakan. Padahal aku ingin dia menghinaku, ayo hina aku! Lalu aku akan menghargaimu. Ayo marah padaku, lalu aku akan lebih sabar padamu. Kemanakah perginya amarah? Bisakah kepergiaanya meninggalkan gelisah seperti bau tanah basah yang lembut menguar samar, setelah ditinggalkan hujan. Lalu semua menguap oleh mentari, lalu semua kering, lalu semua tiba pada hari yang biasa. Sendirian.

Akhir-akhir ini aku menerima banyak hadiah yang ngga aku duga. Hmm mulai dari buku-buku, coklat, baju, hingga HP. Hmm aku suka kemarin dapat HP model Flip, sudah lama pengen model itu. Akhirnya punya juga. Aku malas pake BB lagi, meskipun memudahkan aktivitasku yang lain. BB jadi mengganggu karena bunyi melulu.

Pekerjaan, teruslah datang…aku menyukaimu. Apapun bentukmu, buatlah aku sibuk agar aku semakin produktif. Agar aku bisa menggunakan waktu dengan lebih bernilai. Hmmm...
aku teringat puisi-puisi sapardi dalam kaset bersampul coklat, entah dimana sekarang?

Shakti!

This is a long time, I didn’t see this place. The Farmer get harvest already. This is a long time i didn't seat here...in backyard, peaceful place, in her home...
Just fortunately...I have workshop today....meet inspiration people, wonderful women around city. We share a lot of experienced, have big spirit and emotion, support each other to become real woman. Make strong through good and bad times. They call Shakti Workshop. It’s become a part of International Women Days ceremony.

I see two young man ride bike on the way between rice field. So exciting...

Can you separate about loving someone as a feeling and you as activist? loving is universe, give your love to everything you meet. And the same time we need to be loved. Can you heal your love just because you are activist? Just because this is unrespect love? We talk everything.

That’s 3 month ago i was sitting here, after long journey. I don’t find her again. She come home. She not been here anymore. I talk everything, like she been here...so close...

Hi...I miss you...I’m here now. Whitout your smoke. We talk about feeling, your feeling in the past. We have same case...we are happy ending.

Look! there is a girl from Amerika, her name is Nico. She join us. She wear yellow T-shirt, look charming, sweet and close to people. You will be interesting when join with us.


We introduce our self, in the first time with speciall gesture made by own. Very funny full of laugh. And than we share about phisical, emotional, fear, and freedom condition that we feel this day. We listen each other, just listen.

She said, “we live in patriarch world that sometimes repress our femininity, we never know it’s happened”. So...we just try to make it balance. in her note she said "Your heart is your guru, your body is your home, your life is your class." Hmm...I love this.

We doing meditation with slow music. Touching our body, her body, just to give peacefull. We share with our patner, sending positive energy. allot of hugs, smiles and cares.

You know, she always inspiring me. Give something new all the time.

Hi...dear, do you know? I love skinny jeans, flat shoes, and sneakers sometimes. I think thats my style now. Feel free...ones again no high heel...its painful...ha ha...but sometimes make me so sexy...ha ha...(kidding that just my feeling).

Do you remember? We ever go to Amplas before you go home. You bought pink sneakers shoes. Hmmm I didn't really like that shoes. The colour is too bright. But you like it...so I suggested you to buy and you feel happy.


Hmmm...I’m so sleepy now...Good night!

Would you be happier

Have you ever wonder where the story ends, and how it all began, I do (I do, I do, I do, I do)
Did you ever dream you were the movie star with popcorn in your hand, I did (I did, I did, I did)
Do you ever think you're someone else inside, when no one understands you are (you are)
And wanna disappear inside a dream but never wanna wake, wake uuuuuup
Then you stumble on tomorrow, and trip over today

(Chorus)
Would you be happier if you were someone together
Would the sun shine brighter if you played a bigger part
Would you be wonderful if it wasn't for the weather
You're gonna be just fine (gonna be just fine)

Are you not afraid to tell your story now, when everyone is done it's too late (too late, too late)
Was everything you've ever said or done not the way you planned, mistaaaake
So you promised that tomorrow, be different than today

(Chorus)
Would you be happier if you were someone together
Would the sun shine brighter if you played a bigger part
Would you be wonderful if it wasn't for the weather
You're gonna be just fine
I think you're gonna be just fine
You're gonna be just fine
So don't worry baby

You're racing for tomorrow, not finished with today

Would you be happier if you were someone together
Would the sun shine brighter if you played a bigger part
Would you be wonderful if it wasn't for the weather
I think you're gonna be just fine

Would we be happier if we were someone together
Would the sun shine brighter if we played a bigger part
Would we be wonderful if it wasn't for the weather
I think we're gonna be just fine
I think you're gonna be just fine

Don't worry baby
Gonna be just fine
Don't worry honey
Gonna be just fine
Don't worry baby
Gonna be just fiiiiine


Dedicated to: my little sweet friend! let's sing honey...

Think...

Banyak bayangan tentang pekerjaan, tawaran yang mengalir. Namun aku menolak. Karena aku hanya mau focus dengan apa yang membuat aku bahagia. Aku ingin tetap di garis social, memang tidak mengayakan. Jika mau duit banyak saya bisa berbisnis, maksudnya jualan. Aku mendapat semangat dari ibu, yang tak bisa diam. Aku yakin bisa. Aku yakin, itu yang ada dalam bayanganku selama ini. Mungkin terlihat lambat, tapi biar saja.

Maaf ayah, aku selalu tidak sependapat denganmu. Aku ingin mengikuti kemauanmu, namun itu membuat aku gelisah dan tak bisa jadi diri sendiri selama ini. Dan membuat orang yang dekat menjadi tak mengenali aku. Namun aku janji akan membahagiakanmu. Aku tidak menyalahkanmu, aku tahu kamu tetap istimewa. Kamu ayah terbaik di dunia. Aku selalu sayang padamu dengan caraku. Maafkan aku yang selalu membuatmu kecewa.

Biarlah orang bicara apa. Aku akan bergerak, terus bergerak dan bergerak.

Tenang…aku masih punya coklat untuk malam ini.
Mari tersenyum...
Bismillah…