Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Thanks to Ajahn Brahm


Hari ini aku banyak tertawa...menertawakan hal-hal lucu yang telah kulakukan selama ini. Terima kasih buat Ajahn Brahm untuk bukunya yang inspiratif “Si Cacing dengan Kotoran Kesayangannya”. Aku baca buku itu lagi, padahal buku itu sudah nangkring di rak bukuku selama setahun. Dulu aku telah membacanya sampai selesai dengan penghayatan yang terbatas. Sekarang aku membacanya dengan penghayatan penuh.

Dia bilang, ada dua kebebasan di dunia ini yaitu kebebasan untuk berkeinginan (freedom of desire) dan (fredom from desire). Manakah yang kamu pilih? Di kebudayaan modern kita hanya menemukan kebebasan untuk berkeinginan. Namun di kehidupan seperti itu orang-orang justru tidak benar-benar bebas. Kebebasan jenis kedua, kebebasan dari berkeinginan, hanya di kenal dalam komunitas religius. Mereka menjunjung kedamaian dan bebas dari berkeinginan.

Dimanakah kamu merasa nyaman? Disanalah kedamaian menyertaimu. Bebaskan keinginan dan terimalah yang kamu punya. Bismillah...semua akan berlalu. Saat kita bahagia, bahagia itu akan berlalu. Saat kita sedih, sedih itu pun akan berlalu. Semua hal di dunia ini akan berlalu.

Harus ada orang yang berada dibawah, berkorban dengan gagah berani untuk membuat orang lain bahagia. Kita ingin berada dimana? Berkorban atau bahagia? Berkorban untuk bahagia?

Semua tergantung bagaimana kita menyambutnya, rasa sakit kemarilah apapun bentukmu pintu hatiku selalu terbuka untukmu, apapun yang kamu lakukan masuklah.

Dia yang tahu, diam tak berbicara;
Dia yang berbicara; tidak tahu


Hmmm....thanks,
Bebaskan dirimu dari bayang-bayang keinginan. Bahagiakan dirimu dengan menerima yang kamu punya. Sambutlah kebaikan yang datang sebagai anugrah. Sambutlah keburukan yang datang sebagai anugrah. Jika kita menerima tanpa membedakannya, maka kita akan selalu bahagia.

"wajah dan senyum ceria itu, seperti bunda maria"

Terimakasih, Mari minum teh...Mari tertawa lagi...
(sambil terpingkal-pingkal menyaksikan temanku menari brigden)

Memoar Habibie dan Ainun


Kemarin aku membeli buku kenangan Habibie dan Ainun. Buku ini berisi pengalaman hidup mantan presiden Habibie bersama istrinya Hasri Ainun. Aku membeli buku ini karena dorongan ingin mengerti bagaimana belajar mencintai? Bagaimana mencintai dengan tulus?

Habibie mengisahkan bagaimana pertemuan dan kebersamaannya dengan Ainun dengan bahasa bahwa jiwa mereka adalah manunggal. Bahkan tanpa berkata pun, mereka tau satu sama lain untuk merasakan, memahami, dan mengerti hanya melalui pandangan mata. Begitu kuatnya telepati yang ada dalam jiwa mereka.

Keberhasilan demi keberhasilan selalu di capai oleh Habibie. Prestasi itu tak hanya dalam kancah nasional namun juga Internasional. Dalam setiap penghargaan yang diterima, Habibie selalu tak lupa mengucapkan terimakasih, bahwa keberhasilannya tersebut tak lepas dari jasa dua perempuan yang selalu sayang dan mendukungnya. Perempuan itu adalah Ibu dan istrinya Ainun. Setiap mengucapkan pidato terima kasih, dia selalu memandang mata Ainun dengan perasaan cinta.

Habibie menceritakan bagaimana Ainun adalah anugerah dari Allah untuk dirinya. Ucapan syukur terus diucapkan mengingat perjalanan hidup bersama selama 48 tahun 10 hari. begitu mengesankan. Ya Allah, Berikan aku anugerah seperti ini.

Tangisku pecah saat membaca bagaimana masa-masa Ainun Sakit. Bagaimana Habibie menjaga Ainun dengan perhatian dan doa, tak pernah berpisah dan selalu bersama dalam suka dan duka. Saat-saat mengharukan.Habibie selalu datang jam 10 ke ruang ICU untuk menemani Ainun. pernah suatu hari, Habibie terlambat. Disitu dia melihat Ainun meneteskan airmata. Habibie Bertanya "Apa kamu sakit?". Tidak, jawab Ainun. "Apa kamu menginginkan sesuatu?" Tidak, Jawabnya lagi. "Apa kamu mengkhawatirkan aku?" lalu Ainun Mengangguk. Oh...manis sekali. Bisakah ini terjadi padaku? Menghadapi saat-saat terakhir dengan seseorang yang kita cintai, setia menemani kita.

Buku ini begitu jujur, semua tertulis apa adanya. Tak berbunga-bunga, aku melihat karakter pak Habibie sebagai orang yang lugas dan apa adanya. Dia selalu mengatakan bahwa pandangan mata Ainun selalu meneduhkan dan selalu ia rindukan. Sebuah bahasa sederhana yang mampu menjelaskan semuanya, tentang cinta.

Semoga Allah selalu menyayangimu Habibie dan Ainun. Semoga kesabaran dan kebahagiaan selalu tinggal dalam hati kita. Amin

Resensi Buku Panduan Hukum bagi Paralegal

Peran Paralegal dalam kehidupan masyarakat sangat membantu untuk mencapai access to justice. Seorang paralegal adalah orang yang memilik pengetahuan lebih tentang hukum dibanding dengan masyarakat sekitarnya.

Mahalnya biaya untuk membayar jasa pengacara profit, maraknya praktek mafia peradilan dan kebijakan yang lebih pro kepada penguasa membuat keadilan sulit dijangkau oleh masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan banyak sekali paralegal dimasa mendatang, untuk mengimbangi maraknya mafia kasus (markus) dan korupsi di dunia peradilan kita.

Buku panduan untuk paralegal ini hadir untuk memudahkan siapa saja yang tertarik belajar menjadi paralegal. Dengan penjelasan gamblang baik secara teori maupun praktek, yang sengaja dikemas agar mudah dipelajari.

Membuka buku ini secara garis besar terbagi dua yakni pengetahuan dasar, Topik khusus, dan Ketrampilan Paralegal. Pengetahuan dasar terdiri dari Analisis sosial, konstitusi RI, Pengantar hukum dan sistem hukum di indonesia, Hak Asasi Manusia (HAM) dan Pengadilan HAM, dan tentang Paralegal. Seorang paralegal yang ingin membantu menangani kasus, harus bisa mengerti situasi sosial, situasi kasus, agar bisa membuat analisa yang menyeluruh dan mengambil tindakan yang tepat. Sementara itu persoalan konstitusi RI juga menjadi wajib dipelajari bagi paralegal. Konstitusi adalah dasar aturan main dalam sebuah penyelenggaraan negara, di halaman 31 buku ini disebutkan tanpa konstitusi maka negara tak akan berjalan. Lalu apa relevansinya dengan paralegal? Mengapa dia harus tau? Karena dalam konstitusi ini paralegal dapat melihat struktur pemerintahan, mekanisme penyelenggaraan negara, hak-hak warga negara yang dibela, serta hak asasi manusia secara luas. Saat terjadi pelanggaran terhadap warga negara, kita harus tau hal apa yang dilanggar dan apa kewajiban negara dalam hal itu. Materi pengantar hukum, bicara tentang mengapa hukum diperlukan? Hukum dibutuhkan untuk mengatur perilaku seseorang dalam kehidupan bermasyarakat, dia dipakai sebagai pedoman untuk menghormati hak orang lain. Karena hak kita dibatasi oleh hak orang lain.

Ilmu dasar lainnya adalah soal HAM, pengertian HAM, serta prinsip yang terkandung di dalam HAM. Didalam HAM terbagi dua garis besar yakni hak sipil politik (sipol) dan Hak Ekonomi Sosial Budaya (Ekosob).

Dalam buku ini, halaman 198, paralegal didefinisikan sebagai seseorang yang bukan sarjana hukum tetapi memiliki pengetahuan hukum, oleh karena itu pengetahuan dasar tadi akan membantu kita untuk memahami persoalan hukum.

Sementara Topik Khusus terdiri dari demokrasi dan partisipasi, Hak warga negara dalam sipil politik,Korupsi di peradilan, Advokasi hak pendidikan dan kesehatan, Hukum Agraria dan hak atas tanah. Hukum Lingkungan dan Perjuangan Keadilan ekologis, Hukum perburuhan, advokasi kaum miskin kota, Hak kewirausahaan dan penyelesaian sengketa, Perlindungan Anak, Advokasi dan perlindungan dan penyelesaian hak konsumen, hak korban dan hak tersangka.

Materi lain yang teknis adalah soal keterampilan paralegal yang meliputi Alternatif penyelesaian sengketa (APS), mekanisme pengaduan dan komplain (IT), Pengorganisasian dan manajerial aksi massa, Panduan bantuan hukum, tehnik konsultasi dan investigasi, serta Upaya hukum dan class action.

Buku setebal 592 halaman ini ditulis oleh beberapa pakar hukum yang mumpuni dibidangnya, kebanyakan berasal dari lingkungan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta, karena saat bicara tentang paralegal maka otomatis akan membicarakan soal bantuan hukum. Buku ini layak dibaca siapa saja yang ingin mengetahui hukum, tidak hanya bagi mereka yang ingin menjadi paralegal. Ditengah kesemrawutan kondisi hukum di negeri ini sepertinya kita butuh belajar hukum, agar tidak tertipu mavia kasus, atau lebih sederhananya kita bisa lebih kritis dalam menyikapi kebijakan negara yang belakangan hanya berniat melanggengkan kekuasaan dan menguntunkan segelintir orang. Melalui buku ini marilah kita belajar bersikap, karena jika tidak kita tak kan jadi apa-apa. (end)

Dimuat di Bulletin Dwi Bulanan Saksi-LBH Yogyakarta.

Dua Biografi


Belakangan ini aku membaca dua buku biografi. Biografi Barack Obama dan Biografi Oprah Winfrey. Hanya kebetulan saja mereka sama-sama orang kulit hitam Amerika, sama-sama berprestasi, sama-sama terkenal. Yang satu president yang satunya lagi adalah ratu show. Dan begitu dicintai seantero dunia terlepas kontroversinya.

Aku dapat buku Biografi dari kekasihku saat main ke Jakarta. Gara-gara saat ketemu dengannya aku malah asik baca buku itu, bukannya ngobrol atau apapun hal yang menandakan kebersamaan. Berkali-kali dia protes karena merasa dicuekin. Hmm Akhirnya dia memutuskan agar buku itu dibawa saja ke Jogja, padahal dia sendiri belum baca. Masih ada empat buku lagi yang belum dia baca. Buku dan bola adalah kekasih pertama dan keduannya.


Sementara itu buku Biografi Oprah winfrey aku beli saat tak sengaja mengantar teman belanja buku di Shoping Center, tempat jual buku murah di Jogja, seperti Kwitang di Jakarta. Aku memang ngefans dengan Oprah. Tentang caranya membawakan acara, yang fasih berkomunikasi dengan tamunya, komunikatif, menanyakan hal pribadi tanpa membuat tamunya tersinggung. Semuanya serasa fine.

Kedua buku Biografi ini sebagai motivator.

Kita tak menyangka jika masa remaja Obama ternyata penuh gejolak. Dalam buku itu dituliskan Obama sebagai Anak dari Ayah kulit hitam kenya dan Ibu kulit putih Amerika yang sempat kehilangan jati diri. Ia merasakan amarah dan frustasi orang-orang kulit hitam yang mengalami diskriminasi. Namun ia tak mampu meluapkan amarahnya kepada orang kulit putih karena ia teringat ibunya. Obama sempat terjerat minuman keras dan narkoba. Namun kemudian berhasil keluar. Dia belajar di Amerika menjadi Aktifis sosial, menjadi senator, hingga karir puncaknya menjadi presiden Amerika.

Masa kecil Oprah pun tak seindah hidupnya sekarang, saat umur 14 tahun dia mengalami pelecehan seksual hingga melahirkan bayi prematur. Bayi itu meninggal setelah umur dua minggu. Peran ayahnya yang mendidik operah untuk banyak belajar dan membaca akhirnya membuka jalan bagi Oprah untuk berkembang. Ia menjadi murid pandai di sekolahnya. Pintar pidato. Hingga suatu hari bekerja di stasiun televisi. Dari sinilah nama Oprah besar, bahkan berhasil mendirikan perusahaan yang memproduksi acara-acara televisi. Perusahaan itu bernama Harpo, nama yang diambil dari namanya yang dieja terbalik.

Sayang sekali buku biografi Oprah ini diterjemahkan dengan buruk.

Banyak orang sukses yang berangkat dari latar belakang masa kecil yang suram. Sebuah tantangan untuk mengambil nilai-nilai positif dan semangat darinya.