Beautifull Heart


There is a story of love, one day young girl is sleeping and dreaming. In her dream, as if everyone could see the shape of heart on the chest of others including her own. At first glance, she highly admired and amazed by this atmosphere. Then, she saw to her chest, she was very proud when she saw her heart-shaped pink intact and sparkling. "What a perfect heart" she said, "without defect and spotless".
Then she stepped out. She began to observe the hearts of people around her. There's a beautiful shine like hers, there are wounds, there is a large, some small, etc. "Wow, amazing ..." she said again. She more convinced that her heart was the most perfect because he did not see any heart was more beautiful than Hers.

The girl stunned when she saw an old woman who use headgear. Old woman was virtually no visible face. The heart of old woman was very large but shapeless. The young girl was wondering why so many gaping holes in people's hearts. She walked over towards the old woman and asked her.

"Why did your heart like that? Why not perfect and beautiful shape likes mine? "She said half the show.

She replied, "Maybe because you're still young and has not really understood the world."

The old woman continued, "Whenever I love someone, I pick this heart and give him. Likewise if I'm helping people, there is always a flake of heart I devided to a man. Once, when I was young and hanging out with many friends, my heart was cut into slices and I gave on a lot of friends. When I started to get married and have kids, my heart is running out cut and cut to understanding husband and caring for children."

"But there is a moment where the people also began to share in my heart. They also learn to slice theirs to close each wound in my heart until the piles that's why my heart several times larger than the heart, though not in the form again. Indeed, not all of them want to do so, that is why there are very many gaping holes in the heart of this. Now, whose heart is more beautiful? My heart or yours? "

The girl stunned for so long. She began to realize that the old woman's heart is much more perfect than his heart. Injury, disability, and the number of patches in the hearts of women that just makes it more beautiful and bigger than hers. Each hole is like talking about love and sincerity in life she lived.

For a moment, young lady observe the old lady's face. He was surprised when the old lady was her own mother.

I miss you mom…now and forever...Just wait, I will meet you as soon as possible...May God, listen my pray...Ameen...

The Snail


One day God gave me the task of carrying snails streets .. I can not walk fast with snail .. even if snails have hard learns to follow. Every time it was only able to move little by little .. Then I pulled, dragged and kicked her even .. snails became injured .. it sweat, gasping breath. The snail continued to crawl laboriously ..

I urged, rebuked and scolded her .. snail looked at me with a look apologetically. She said: "sorry I've been trying with all my strength .." I can not stand and shouted: "God why did you ask me to take a slug streets ..? What do you mean ..??" Suddenly I felt a quiet sky .. snail disappeared from my sight .. this is God's answer?

My God remove snails from my life .. Well done my job .. but it turns out snails were crawling in front of me ... I had to walk behind it .. I step slowly, reassuring my heart, and then 'something' come into my heart .. Apparently this is what God intended .. The snail that guides my steps rather than vice versa ..

I asked quietly to reflect on when we met with someone .. when the rescuers find ourselves. Remember that it's expensive grace, because it was, we changed his life .. When we still have people we love, try to get the opportunity to fill the time with them ...

Because when they've gone all be too late .. When we met with friends who can be trusted, try to get along with him, because human life, a true friend is not easy to find .. We remember our loved but did not return our kindness, Can we pray for his kindness..??? Did we expect him happy ...?

As we remember those who never loved but everything has ended .. Put a smile for all the memories that have happened .. because he has made us understand the true story .. Look, I cans still smile without you! We remember people we hate begin to learn to forgive him .. Its presence has been a member the opportunity to us to be wise ...

When remember those who have betrayed us .. think him positively. If it were not for him today we'll never understand the world from two sides .. We remember those who left us just say thank you because him ever existed in our lives because he has made us care about the feelings of others ..

When meeting with people who misunderstand us .. look for opportunities to explain,, who know this is a final encounter with him ... When we meet someone who is willing to accompany us for life .. Preserve the love that exists because he is the most beautiful gift in our lives ..

Let's explore our hearts if we're feeling much trouble to get rid of "the snails" are not comfortable in our lives? Think again .. everything never happen to us just like that, the God plan and set it for the good of us ... When we meet someone perhaps that was the opportunity to complement each other ...

Not always happy sometimes even looks painful .. It is time for us to walk slowly. ponder the meaning of existence in our lives ... .. My friends remember every case that happened in our lives. The God is omniscient and that is His plan ... If one day we fall and injured

Pertemuan

Aku bertemu denganmu dalam keadaan tidak sempurna. Keaadaanmu dan keadaanku. Keadaanku yang hampa dan sepi setelah kehilangan bunda. Aku menemukanmu terasing, payah, dan sendirian. Suatu hari tiba-tiba merasa khawatir dengan keaadaanmu. Aku berbincang dengan penjaga kampus tentangmu, hari-harimu yang tidur di kampus itu. Aku berfikir lama, kenapa aku menghawatirkanmu? Ini hanya khawatir biasa sebagai sesama teman?

Suatu malam ada rapat di lantai dua, aku pesan nasi goreng. Malam itu aku tidak terlalu lapar, reflek saja ikut pesan makanan. Teman-teman rame berceloteh, lalu ada yang teriak "siapa yang belum makan?" Teman-teman masih rame. Aku melihatmu sepintas, diam. Kamu bilang " Aku belum." Lalu dengan santai, makan punyaku aja mas, aku masih kenyang. " " Eh serius, makasih ya, kamu baik sekali. " well perasaanku senang.

Hari demi hari, aku mulai mengamatimu, dan lebih sering memperhatikanmu. Aku bertanya-tanya tentang perasaanku, dan tak berani menyimpulkan. Aku hanya merasa senang berbincang denganmu yang tertutup itu, dan nyatanya kamu sedikit bicara. Kamu meminta pendapat, kamu memberiku dua buah tulisan sebuah cerpen. Kamu mau aku menilainya. Aku suka membacanya. Aku suka tulisanmu yang halus. Aku mulai tertarik? I don’t know?

Hingga suatu hari aku bertemu dengan saudara lama, yang beberapa bulan numpang di tempatku. Aku bicara banyak dengannya. Entah mengapa aku bersemangat bercerita tentangmu. Dia memotivasiku untuk membuka hati. Dan aku tidak tau bahwa kejadian selanjutnya adalah kita sering jalan untuk makan malam. Aku merasa senang itu saja, tidak lebih. Aku takut jatuh cinta.

Suatu malam minggu kamu sms, mengajakku makan malam. Seperti biasa aku menjemputmu aku heran, malam itu kamu rapi sekali. Whats happen? Aku tidak tau. Kita putar-putar di jalan, kamu ingin membelikanku boneka mickey. Kita mendatangi beberapa toko. Hmm uangmu tidak cukup, aku tersenyum saja. "Kita makan saja ya." Aku mengangguk.

Dan disanalah di warung steak and shake, kamu bicara banyak tentang perasaan-perasaan. Bahwa aku membuat perasaanmu kacau. Selama ini kamu meyakini hidup menyendiri itu menyenangkan. Dan seterusnya….malam itu kamu mengajukan proposal, kita memutuskan untuk pacaran.

Hari-hari setelahnya adalah biasa saja, karena aku masih belum percaya. Bahwa memiliki teman dekat itu menyenangkan, memang iya, namun aku masih takut jatuh cinta karena aku takut patah hati. Itulah mengapa seumur itu aku belum pernah pacaran. Aku masih bertanya-tanya tentang cinta dan bagaimana mencintaimu. Seminggu berikutnya kamu bertanya, "Apa kita serius?" "Ya" jawabku yakin, tak seyakin suaraku. "Baiklah, kita serius" Jawabmu.

Lalu sebulan berikutnya kamu menangis saat aku hendak pulang, kamu menangis takut kutinggalkan. Pagi-pagi kamu menyodorkan buku harianmu. Kamu menyuruhku membacanya…hari itu aku baru percaya bahwa kamu mencintaiku. Hari itu aku mulai percaya dan berani mencintaimu. Hari itu aku baru percaya kita saling mencintai. Bahwa sejak hari itu dengan keluguan, kebodohan, dan kepolosanku…aku hanya ingin mencintaimu saja.

Memoar Habibie dan Ainun


Kemarin aku membeli buku kenangan Habibie dan Ainun. Buku ini berisi pengalaman hidup mantan presiden Habibie bersama istrinya Hasri Ainun. Aku membeli buku ini karena dorongan ingin mengerti bagaimana belajar mencintai? Bagaimana mencintai dengan tulus?

Habibie mengisahkan bagaimana pertemuan dan kebersamaannya dengan Ainun dengan bahasa bahwa jiwa mereka adalah manunggal. Bahkan tanpa berkata pun, mereka tau satu sama lain untuk merasakan, memahami, dan mengerti hanya melalui pandangan mata. Begitu kuatnya telepati yang ada dalam jiwa mereka.

Keberhasilan demi keberhasilan selalu di capai oleh Habibie. Prestasi itu tak hanya dalam kancah nasional namun juga Internasional. Dalam setiap penghargaan yang diterima, Habibie selalu tak lupa mengucapkan terimakasih, bahwa keberhasilannya tersebut tak lepas dari jasa dua perempuan yang selalu sayang dan mendukungnya. Perempuan itu adalah Ibu dan istrinya Ainun. Setiap mengucapkan pidato terima kasih, dia selalu memandang mata Ainun dengan perasaan cinta.

Habibie menceritakan bagaimana Ainun adalah anugerah dari Allah untuk dirinya. Ucapan syukur terus diucapkan mengingat perjalanan hidup bersama selama 48 tahun 10 hari. begitu mengesankan. Ya Allah, Berikan aku anugerah seperti ini.

Tangisku pecah saat membaca bagaimana masa-masa Ainun Sakit. Bagaimana Habibie menjaga Ainun dengan perhatian dan doa, tak pernah berpisah dan selalu bersama dalam suka dan duka. Saat-saat mengharukan.Habibie selalu datang jam 10 ke ruang ICU untuk menemani Ainun. pernah suatu hari, Habibie terlambat. Disitu dia melihat Ainun meneteskan airmata. Habibie Bertanya "Apa kamu sakit?". Tidak, jawab Ainun. "Apa kamu menginginkan sesuatu?" Tidak, Jawabnya lagi. "Apa kamu mengkhawatirkan aku?" lalu Ainun Mengangguk. Oh...manis sekali. Bisakah ini terjadi padaku? Menghadapi saat-saat terakhir dengan seseorang yang kita cintai, setia menemani kita.

Buku ini begitu jujur, semua tertulis apa adanya. Tak berbunga-bunga, aku melihat karakter pak Habibie sebagai orang yang lugas dan apa adanya. Dia selalu mengatakan bahwa pandangan mata Ainun selalu meneduhkan dan selalu ia rindukan. Sebuah bahasa sederhana yang mampu menjelaskan semuanya, tentang cinta.

Semoga Allah selalu menyayangimu Habibie dan Ainun. Semoga kesabaran dan kebahagiaan selalu tinggal dalam hati kita. Amin

puisi SHG (1)

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, Sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang
Manis di Lembah Mandalawangi

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra
Tapi aku ingin mati disimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.

Mari sini, sayangku.
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan kehilangan apa-apa.

Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan
Yang kedua dilahirkan tapi mati muda
Dan yang tersial adalah berumur tua

Berbahagialah mereka yang mati muda
Mahluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada
Berbahagialah dalam ketiadaanmu

Soe Hok Gie
(CSD,Selasa, 11 November 1969)