Boring

Pernahkah kita bertanya kenapa bosan itu ada, pada saat apa bosan itu datang? Bisakah kita memilih untuk tak didatangi rasa bosan. Atau masalahnya adalah bagaimana kita mengisi suasana, menikmati bosan.Aku sedang bosan dengan rutinitas yang ada, seperti kita kembali dalam keadaan, suasana yang sama. Membayangkan untuk tak kembali dan menghindarinya. Seorang teman pernah bilang, jangan melewati jalan yang sama, coba ambillah jalan yang berbeda, itu akan membuat suasana harimu jadi lain.


Aku tersenyum saja, mungkin benar apa yang dikatakannya tapi, ah sok tahu...pikiranku yang lain mengumpatnya. Sok tahu!

Dan aku lalu memikirkan pantai, pantai yang luas, yang batasnya tak bisa kita lihat. Aku suka pantai. Barangkali mengunjungi pantai dapat membuat pikiran damai. Pantai seperti kekasihku. Saat ini aku ingin menemuinya. Berjalan-jalan disampingnya, disamping air yang bergulung, disamping ombak.

Saat air menjilati kaki, lalu menjauh dan datang lagi. Suara berdebur dan bau amis air asin, hangat tercium. Saat aku memandang laut yang seperti tak bertepi itu, yang luas itu aku seperti memandang kebesaran, dan semua yang hadir dalam kehidupan ini jadi bukan apa-apa.
It’s simple thing!
* Foto Parang tritis, diambil dari www.trulyjogja.com

Mimpi Yang Iseng





Dunia fashion selalu menarik hati kaum hawa, karena itu tiap ada pagelaran busana 75 persen yang hadir dapat dipastikan adalah perempuan. Aku sendiri senang sekali ketika dibelikan baju baru, kesenangan anak-anak, anak perempuan tentu saja. waktu itu pasti tidak tahu apakah fashion itu, kata yang tidak pernah didengarkan, kalaupun mendengar pasti kedengaran asing dan aneh ditelinga anak kecil. Maksudku suka baju baru. Namun aku akan ceritakan pengalamanku tentang baju baru, ini kuingat saat masih kecil setiap aku sakit maka akan sembuh ketika dibelikan baju baru. Tentu saja tidak ada hubungan antara baju baru dengan obat penurun panas atau obat flu. Namun baju seperti obat dikala aku sakit. Rasa senang bukan kepalang ternyata mampu memberi sugesti yang luar biasa untuk sembuh.




Hal ini mempengaruhi pandanganku tentang dunia fashion, hingga dewasa. suka melihat acara-acara TV tentang Mode, memelototi majalah mode atau sesekali mengahadiri acara fashion show ala mahasiswa, yang tiketnya bisa didapat dengan murah-meriah, bisa juga dengan gratisan, masuk dengan sembunyi-sembunyi, atau Pedekate dengan teman-temanku yang kebetulan beberapa diantaranya menjadi mahasiswa tata busana dan kalau mereka mengadakan pagelaran. Aku juga sering iseng-iseng bermimpi menjadi perancang busana, memiliki butik, dan sebagainya. Namun semua itu hanya berakhir dalam mimpi.




Aku tidak fashionable, tentu saja...dari sudut manapun. Namun hati kecilku bilang, aku cinta fashion. Gemar berimajinasi, namun tak sanggup membuatnya sendiri. Membuat gambar aja payah. Aku menyebut hanya imajinasiku sendiri yang tahu. Barangkali itu.




Namun ada kesenangan kecil, belakangan banyak teman-teman yang memintaku jadi consultant design,..... busheeet....Cuih...bangun dodol...! maksudku bukan itu ya sejujurnya begini, akhir-akhir ini aku sering dimintai pendapat teman-temanku waktu mereka memilih baju, atau menjahitkan baju, memilih sepatu, memilih bahan, ataupun menggambarkan desainnya. Tentu aku senang jika akhirnya mereka memutuskan untuk menerima saranku. Dan lebih senang lagi ketika mereka puas dan memuji pilihanku. He....he...lalu imajinasiku melayang melampaui awan, seandainya dulu aku sekolah jurusan tata busana pasti peluang untuk menjadi designer pasti terbuka lebih lebar...mungkin kelak akan menyaingi designer ternama yang diam-diam menjadi idolaku -Anne Avantie- yang asal semarang itu. Konyol banget rasanya...




3 Februari lalu, aku datang ke acara Fashion Show temanku Yuli, di Kampusnya Universitas Negeri Yogyakarta, dia adalah mahasiswa tata busana. Hari itu yuli akan memeragakan busana kebaya hasil karyanya. Pegelaran hari itu bertema Indonesian Beauty. Bajunya sendiri diberi nama Ligh of gold yang artinya cahaya dari emas. Nama ini mewakili penampilan busana model kebaya yang Dia rancang berwarna coklat keemasan. Efek kemilau emas ini berasal dari taburan payet yang dipasangdi kebaya tersebut, yang berbentuk bunga-bunga,daun, lekukan, yang bercorak simetris. Payet yang dipilih pun yang berkualitas bagus, dia menyebutnya payet jepang.




Dengan bustie dibalik kebaya mempertegas kesan femnin, dari lekuk dada, yang terlihat ramping namun berisi. Bustie tak bisa dilepaskan dari kebaya, tanpa bustie kebaya akan kehilangan keindahannya, begitu konon ceritanya.




Kika : Yanti dan Yuli




Aku datang bertiga, dengan Iis dan Tina. Kami masuk gratis dengan embel-embel mau jadi pendamping juri plus mau pakai baju serba hitam. Meskipun kenyataannya ketika disana kami seperti penonton biasa, hanya menonton dan juri tak butuh didampingi, bahkan kita nggak ngerti siapa nama jurinya. Pakai Hitam siapa takut...! padahal aku sendiri kurang suka warna hitam. Tapi ngga pa-pa yang penting gratis. Akhirnya tanpa ba-bi-bu kami memasuki ruangan dengan mulus, dengan cuek. tanpa ditanya tiketnya. He..he.. gretong...




Pagelaran busana yang mengusung tema Indonesian Beauty ini kebanyakan menampilkan model kebaya yang dimodifikasi dengan beragam design dan warna. Para mahasiswa ini juga dituntut sekaligus menjadi peragawati. Dosennya menyebut “”peragawati dadakan” dalam sambutannya. Sekitar 80 peserta menampilkan hasil rancangannya.




Acara yang dimulai pukul 10.00 ini selesai pukul 13.00. waktu yuli berlenggak lenggok seperti peragawati, kami teriak-teriak menyebut namanya. Supporter gitcu loh...




Selain Yuli ada juga Yanti, dia bekas teman kos dulu. Yanti juga membawakan hasil rancangannya yang berwarna coklat. Acara diakhiri dengan pengumuman pemenang dan penyerahan tropi. Meski teman-temanku tidak menang. tapi kami semua senang... sudah bisa cuci mata.


Sholat Idhul Adha

Hari, Senin kemarin 20 Desember 2007. Aku dan kawan-kawan sholat Ied bareng di Masjid Kampus UGM. Hari itu umat muslim sedunia memperingati hari raya Idhul Adha. Hari orang berkorban.





Suci, Bunga, aku dan Eka,...


Sholat Ied bareng ini seperti semacam rutinitas tiap tahun. Rutinitas dalam arti kumpul bareng, bagi yang ngga bisa mudik. Aku, Suci, Bunga, Eka, dan Imuth. mereka adalah teman-teman kos, sewaktu di asrama Putri Komojoyo. Mereka adalah teman-teman yanng mnyenangkan. Aku berangkat belakangan sekitar jam 06:15 wib.



Setiba di Masjid Kampus , aku melihat Jamaah sholat Ied banyak sekali. Shof berjejer rapi sampai ke taman luar Masjid. Kondisi lapangan masih basah, bekas embun dan sisa hujan semalam. Panitia masjid sudah tanggap, taman berumput itu dialasinya dengan koran, jadi tidak perlu repot lagi. Alhamdulillah,baru berjalan mendekati shof ada ibu-ibu yang memanggil, jadi ngga bingung. Aku seperti mendapat berkah kemudahan, pikirku.





Aku masih lihat-lihat, mencari teman-teman. Aku berharap bisa sholat berdekatan, tapi ngga ketemu, aku kirim pesan sholat terpisah dulu nanti ketemunya habis sholat. Ada beberapa jamaah yang mengabadikan moment tersebut dengan membawa handicam. Tidak ketinggalan abang penjual balon, ternyata creatif memanfaatkan situasi dengan menjual balon untuk anak-anak kecil. Balonnya warna warni.






Aku duduk dan memakai mukena,di samping kiri dan kananku ada ibu-ibu dan seorang nenek, mereka tersenyum ramah. Setelah itu kami sudah khusuk membaca Takbir, Tahmid, dan Tahlil. Dalam pikiran dan keheningan masing-masing.


Dari kiri ke kanan, Eka, aku Imuth, Bunga dan yang dibawah itu suci.


Dari pengeras suara, terdengar pemberitahuan bahwa sholat akan dimulai tepat pukul 06:45

Wib dan para jamaah diharap segera mempersiapkan diri.


Jam 06:45 wib tepat Sholat dimulai.



Selesai sholat, ada Khotbah sholat Ied. Khotbah ini termasuk dalam rangkaian Ibadah Sholat, mendengarkan dengan khusuk menjadi syarat untuk menyempurnakan Sholat. Inti khotbahnya, dewasa ini banyak sekali sadara kita hidup dalam garis kemiskinan, susah untuk mencari makan, tidak bisa sekolah, tidak punya pekerjaan,namun disi lain banyak dari saudara kita yang juga sangat kaya berlimpah harta dan memiliki banyak mobil mewah. Oleh karena itu pda kesempatan hari Idhul Adha ini hendaklah menjadi spirit kita untuk berkorban, berbagi dengan saudara kita yang kurang beruntung. Kita berbagi kenikmatan dan rezeki untuk menyucikan diri.



Ultah Fahri



Hari ini tanggal 17 Desember, Fahri Ulang Tahun…
Perayaan yang sama, pengulangan yang sama…nggak terasa sudah 26 tahun…

Akhir-akhir ini sering hujan, maklum memang musim hujan…Meskipun demikian hujan tak bisa diprekdisikan. Kadang siang hari sangat panas namun tiba-tiba bisa hujan. Namun hari ini Alhamdulillah nggak hujan, jadi enak buat keluar rumah.



Aku mau bikin syukuran kecil-kecilan…beli kue tart mini buat ngerayain ultahnya. Tadi pagi sih sudah ngucapin selamat , tapi baru lewat telepon. Fahri seneng banget, itu kelihatan dari ekspresinya yang terus menahan tawa saat menjawab teleponku. Fahri bilang aku orang pertama yang ngucapin, Fahri juga ngga sadar kalau hari ini ulang tahunnya. Sepertinya surprise.

Sepulang dari kantor aku mandi, lalu pergi ke toko kue. Aku lihat-lihat…eh akhirnya pilih Black Forest. Kayaknya enak nih… tart mini. Buat berdua. Lalu aku ke kos Fahri.

Aku tahu Fahri suka, tapi Fahri merasa ini berlebihan.

Aku siapin kue dan menaruh lilin di atasnya. Waktu kunyalain lilin Fahri mematikan lampu. Lalu ada Ipung, teman fahri lewat,
“loh tempatnya mati lampu ya…”
Lalu kami Cuma senyum-senyum

“Nggak Ini ada yang ulang tahun”

Jadilah Ipung turut gabung. Setelah berdoa Fahri potong kuenya…terus makan kue bersama deh… selamat ya-selamat ya…:)







Hari HAM 10 Desember



Ada sekitar seribu orang yang berkumpul di Taman Parkir Abu Bakar Ali, sebelah utara kawasan ramai bilangan Malioboro. Hari itu mereka memperingati hari HAM internasional, yang jatuh pada tanggal 10 Desember. Ada banyak pilihan untuk memperingati sebuah hari bersejarah. Mereka memilih dengan melakukan aksi Long March, sambil menyuarakan beberapa tuntutan kepada pemerintah.
Aksi mulai bergerak dari Lapangan parkir Abu Bakar Ali, dengan yel-yel yang sudah mereka persiapkan, wakil dari peserta aksi meneriakkannya, lalu diikuti peserta aksi. Suasana riuh sekali. Beberapa wartawan turut mengikuti perjalanan mereka. Mengabadikan dalam kamera.



Peserta Aksi berhenti didepan Gedung DPRD DIY. Mereka terus berorasi, sambil menunggu bisa bertemu anggota dewan. Yang lain membagikan statemen, kepada para peserta, juga orang-orang yang turut aksi. Mereka ingin menyampaikan langsung kepada Ketua DPRD DIY Gandung Pardiman. Setelah menunggu beberapa lama, Gandung Pardiman muncul juga. Wakil dari Partai golkar ini membuat kecewa, “ Saya gandung pardiman wakil ketua dewan dari unsur Partai golkar ….Perkenalan ini disambut dengan teriakan dari peserta aksi Huuuuu…Gandung Pardiman terlihat marah…lalu dia turun tidak mau memberikan tanggapan. “Kalau begini caranya saya tidak jadi menemui.”Teriak gandung.


Berbeda dengan Gandung, Sukamto wakil dari fraksi PKB lebih memilih sikap mendukung aksi tersebut. Dengan suaranya yang lantang Dia menyerukan partisipasinya turut menolak proyek Pasir Besi di Kulonprogo. “PKB menolak penambangan pasir besi di Kulonprogo.” Serunya lantang.
Rencana penambangan pasir besi di Kulon Progo ini dianggap telah melanggar HAM karena berpotensi menghilangkan lahan pertanian yang menjadi tumpuan hidup petani Kulon Progo. Penambangan berarti juga telah mengilangkan pekerjaan para petani.