Konsentrasiii!

Menulis...menulis itu seperti menari hingga trance. Itu kata kata seorang kakak yang sekarang jadi penulis sukses. Dialah orang yang mengenalkan aku pada dunia buku dan tulis menulis saat aku baru sebulan berstatus mahasiswa. Bukan main rajinnya, perjuangannya, hingga urusan perut jadi nomer dua setelah buku.

Saking giatnya memotivasiku, sampai suatu hari mengirim naskah resensi buku Amartya Sen "Demokrasi bisa mengurangi kemiskinan" menggunakan namaku. Lucu sekali, jika aku baru mengetahui ketika naskah itu dikembalikan Kompas. Naskah ditolak karena redaksi kesulitan menemukan tempat untuk memuatnya, alasan yang sopa. Aku bingung, merasa tak pernah mengirim naskah itu. hmmm lucu sekali jika kemudian aku tau dia yang mengirim.

Dalam suatu kesempatan kita menghadiri acara bincang buku oleh Mizan dan Gramedia. waktu itu Audiens diminta memberikan kesan dan penilaian tentang buku. ternyata jawabanku terpilih jadi pemenang, aku berbisik padanya "eh, tanda-tanda penulis besar ada disini hahha..." Dia tersenyum, karena tidak terpilih.

Aku dapat hadiah gelas berlogo Mizan, gelas itu masih ada sampai sekarang, aku tidak memakainya untuk minum. Aku merasa sayang, lalu kupakai sebagai tempat bolpen.

Anyway, sebenarnya sekarang aku sedang dikejar-kejar deadline menulis, namun malah menulis di blog. Ternyata akupun belum bisa menulis dengan baik, hanya sedikit buat memenuhi kewajiban di kantor, atau hal-hal remeh untuk blog. Heheheh...

Aku sedang sulit berkonsentrasi seperti sekarang ini. pikiran cepat berpindah dan bikin aku membeku. Lalu ada pesan yang penting,mampir dipikiranku untuk kusampaikan. Meskipun hanya sebuah pesan dan kata-kata. Namun aku percaya kata-kata yang tulus kadang bisa melebihi sebuah tindakan.
"Hati-hati ya sayang...untuk hari ini dan selamanya..."

Tidak ada komentar: